Prahara Jadwal Baru krl Duri - Tangerang

1 April yang sengsara

Pagi itu, 100 meter dari Stasiun aku terkejut melihat peron jalur 1 dan jalur 2 distasiun Kalideres telah dipenuhi banyak orang. Saat masuk ke stasiunya aku mendengar sedikit kegaduhan dan banyak orang yang mengeluh dan marah-marah.

Dari pengeras suara di stasiun aku bosan mendengar announcer berkali-kali meminta maaf atas ketidak nyamanan ini dan menyarankan penumpang menggunakan transportasi lain karena jumlah penumpang memang sedang membludak.

Apa yang terjadi?


Pasalnya, untuk menyesuaikan jadwal kereta bandara (proyek baru yang belum jadi) Per 1 April 2017, PT. KAI commuterline jabodetabek memberlakukan jadwal baru. Kereta jam 7-8 yang biasanya 3 kali keberangkatan di pangkas menjadi 2 kali keberangkatan.

Hasilnya, penumpang menumpuk. Sebenarnya di jadwal sebelum nya (3 kali keberangkatan) pun pe umpang sudah cukup padat, bisa dibayangkan jika 1 jadwal dipangkas, ini sama artinya penumpang 2 kereta di jadikan 1 kereta. 

Maka, banyak penumpang yang tidak terangkut, bahkan ada yang sampai 3 kali tidak bisa naik gara2 kereta penuh.
Sebagian penumpang berinisiatif naik kereta kearah Tangerang dahulu karena kereta ke arah Tangerang relatif lebih sepi karena tujuan sebagian besar orang2 bekerja bukan kearah sana, melainkan ke arah Jakarta.

Sebagian yang lain termasuk aku, mencoba peruntungan untuk masuk dan berdesak-desakan ditengah2 padatnya penumpang. Saat kami mencoba masuk, di dalam gerbong banyak ibu² dan penumpang lain yang berteriak-teriak karena ter-gencet.

Situasinya sangat tidak nyaman dan sangat tidak manusiawi. Kasihan sekali penumpang yang anak2 atau ibu yang hamil dan membawa balita jika harus di gencet seperti itu.

Komplain Penumpang

Saat sampai di stasiun Tanah Abang, ku coba lihat apa yang terjadi di stasiun lain arah Duri Tangerang melalui kanal berita Online, berita disana menulis banyak penumpang yang marah2, bahkan ada yang sampai mendatangi kepala stasiun. Kupikir hari itu yang menelpon call center krl pasti membludak.

Rupanya di Stasiun Poris kondisi nya lebih parah dibanding Kalideres. Saat jam berangkat kerja Setelah Tangerang, Stasiun Poris memang jadi salah satu stasiun yang menumpang nya ramai di hari biasa, di susul stasiun Kalideres kemudian Rawa Buaya.


Cerita Darma di Stasiun Poris

Kebetulan teman kerja ku Darma naik kereta dari stasiun Poris, dia menceritakan kejadian yang menyedihkan pagi itu. Ada Anak SMA yang akan melakukan ujian nasional, dia panik karena tidak bisa terangkut beberapa kali. Betapa kasihan nya anak itu, UN bukanlah pekara sepele, semoga anak itu tidak terlambat dan bisa mengerjakan soal ujian dengan baik.

Reaksi penumpang

Sejauh pengamatan ku naik krl, kemarahan penumpang kereta kali ini memang benar2 dasyat dan luar biasa. 

Bahkan ada salah seorang pengguna jasa krl yang membuat petisi di change.org menuntut agar KAI mengembalikan jadwal lama. Terakhir saya lihat, petisi ini telah di tanda tangani lebih dari dua ribu orang. Gerkan yg luar biasa. Link nya ada disini:


https://www.change.org/p/pt-kcj-commuter-kembalikan-jadwal-kereta-tangerang-duri?recruiter=704093423&utm_source=share_petition&utm_medium=whatsapp


Respon KAI

Alhamdulillah, mungkin karena complain dan kritik dari para penumpang yang membludak. Akhirnya KAI merevisi jadwal keberangkatan yang dari awalnya 30 menit sekali menjadi 20 menit sekali. Walaupun ini masih kurang, tapi setidak nya sedikit lebih baik.

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon